Mengenal Lebih Dalam Tentang Jurusan Psikologi

Kamu tertarik dengan jurusan psikologi, tapi masih ragu apakah jurusan tersebut memang sesuai dengan apa yang sering dibicarakan orang lain? Yuk, kita kupas tentang ilmu ini, mulai dari miskonsepsi, cakupan bidang ilmu psikologi, serta soft skill apa yang bisa kamu dapatkan di jurusan ini.

Miskonsepsi Terkait Jurusan Psikologi

Seperti jurusan-jurusan yang lain, ada beberapa miskonsepsi atau mitos yang  banyak diyakini orang-orang terkait jurusan ini. Berikut ini adalah miskonsepsi mengenai ilmu psikologi:

  • Psikologi adalah ilmu yang common sense

Jika kamu pernah mengikuti webinar atau mendengar konten edukasi psikologi, mungkin kamu akan berpikir kalau apa yang disampaikan merupakan apa yang sudah diketahui oleh orang banyak. Salah satu contohnya, teori mengenai pemberian reward kepada karyawan dapat meningkatkan kinerja mereka. Terdengar seperti common sense atau informasi yang lumrah diketahui orang lain. Padahal,untuk sampai ke kesimpulan tersebut, para ilmuwan psikologi harus melakukan berbagai penelitian objektif dengan berbagai mekanisme kontrol yang ketat. Teori-teori psikologi merupakan suatu hal yang sifatnya objektif dan telah melalui pembuktian empiris. Jadi, tidak benar bahwa psikologi adalah ilmu yang common sense.

  • Psikologi hanya membahas masalah mental health

Pendapat ini tidak sepenuhnya benar. Mempelajari tentang kondisi mental, merupakan sebagian kecil dari apa yang akan kamu pelajari di jurusan ini. Pada dasarnya, psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perilaku manusia serta proses-proses yang mempengaruhi perilaku tersebut. Kamu akan mempelajari berbagai hal yang berkaitan dengan proses perilaku manusia, mulai dari emosi, kepribadian, sensory processing, cognitive processing serta faktor-faktor lingkungan yang turut mempengaruhinya seperti pola asuh, attachment dan berbagai hal lain.

Keuntungan dari mempelajari teori-teori tersebut adalah, kamu dapat memahami teori-teori yang bisa menjelaskan kepribadian atau perilakumu. Namun, kamu tidak boleh menjadikan teori-teori yang kamu pelajari ini sebagai landasan untuk  melakukan self-diagnose ya.  Kalau kamu merasa sedang mengalami kendala atau gejala gangguan kesehatan mental, kamu harus segera hubungi psikolog profesional untuk mendapat asesmen lebih lanjut.

  • Psikologi adalah jurusan yang mudah

Tidak ada jurusan yang lebih mudah dibandingkan jurusan lainnya. Semua jurusan pada dasarnya memiliki tingkat kesulitan dan tantangannya masing-masing, termasuk psikologi.

Banyak orang berpikir membaca textbook tentang teori-teori psikologi akan semudah membaca buku seri pengembangan diri yang banyak dijual di toko buku. Padahal kenyataannya tidak seperti itu. Faktanya, banyak mahasiswa psikologi yang mengalami kesulitan dalam memahami dan menjalankan studinya.

Selain harus mempelajari banyak teori, kamu juga akan sering mendapat tugas review jurnal serta penelitian. Bagi sebagian mahasiswa, tugas tersebut cukup menantang. Tapi jangan khawatir, jika kamu bersungguh-sungguh serta memiliki komitmen tinggi untuk belajar dan mengerjakan tugas kuliah dengan baik, kamu pasti bisa mendapat prestasi bagus di jurusan ini.

  • Kamu tidak akan bertemu dengan matematika di jurusan ini

Beberapa orang menganggap bahwa mereka bisa mengucapkan selamat tinggal kepada matematika jika mengambil jurusan ini. Kamu memang tidak akan bertemu lagi dengan trigonometri atau aljabar di sini. Namun, kamu tetap akan banyak berurusan dengan matematika, terutama statistika.

Seperti yang telah disebutkan, di jurusan ini kamu akan sering melakukan penelitian psikologi. Untuk dapat melakukan penelitian yang objektif, kamu perlu menggunakan teknik analisis  data dan statistika. Jadi kalau kamu ingin masuk psikologi karena ingin menghindari matematika, coba dipikirkan ulang lagi ya.

  • Penelitian bukanlah hal yang penting di sini

Bagi sebagian mahasiswa, melakukan tugas penelitian dan analisa data bukanlah suatu hal yang menyenangkan. Namun sayangnya, kemampuan melakukan riset adalah salah satu core competency yang harus dimiliki oleh lulusan psikologi. Artinya, mau tidak mau kamu harus menguasai bidang penelitian, mulai dari metode penelitian, analisis data, hingga penulisan ilmiahnya.

Lagi pula, memiliki kemampuan riset yang kuat juga akan berdampak positif terhadap karir setelah lulus nanti. Terutama bagi kamu yang ingin berkarir di bidang riset.

  • Mahasiswa psikologi atau psikolog bisa membaca pikiran

Miskonsepsi ini ternyata juga banyak dipercaya oleh orang luar negeri. Banyak yang percaya bahwa mahasiswa psikologi atau psikolog mampu membaca pikiran orang lain. Padahal kenyataannya tidak begitu.

Mahasiswa psikologi atau psikolog profesional memang diajarkan untuk peka terhadap bahasa non-verbal dari lawan bicara. Selain itu, mereka juga akan diajarkan materi tentang bagaimana cara melakukan observasi dan wawancara kepada orang lain, sehingga lebih mudah memahami pesan yang disampaikan oleh orang lain. Inilah yang membuat banyak orang menyangka bahwa pikiran mereka bisa dibaca oleh orang yang belajar psikologi.

  • Lulusan psikologi sudah pasti adalah psikolog

Seorang sarjana psikologi bukanlah seorang psikolog, sehingga mereka tidak bisa membuka praktek atau menyediakan jasa terapi psikologi. Untuk melakukan hal-hal tersebut, kamu perlu menempuh studi lanjutan di bidang profesi untuk mendapat lisensi atau izin praktek sebagai seorang psikolog.

  • Psikolog bisa memberi resep obat kepada pasien

Seorang psikolog tidak berhak memberikan obat-obatan apapun kepada  klien mereka. Pemberian obat untuk mengatasi berbagai gangguan psikologis hanya boleh dilakukan oleh seorang psikiater. 

Psikiater adalah salah satu bidang spesialisasi dokter. Untuk menjadi seorang psikiater, kamu harus menempuh studi di jurusan kedokteran umum lalu mengambil program pendidikan dokter spesialis psikiater. 

Sementara itu, psikolog memiliki latar belakang pendidikan sarjana psikologi dan pascasarjana profesi psikologi. Mereka hanya berwenang untuk melakukan asesmen psikologis serta memberi terapi psikologis. Terapi tersebut bisa bermacam-macam, misalnya terapi Cognitive Behavioral Therapy (CBT), Interpersonal Therapy, Art Therapy, Hypnotherapy dan berbagai terapi yang tidak berkaitan dengan obat-obatan.

  • Prospek kerja jurusan ini sangat terbatas

Banyak yang mengira bahwa prospek kerja jurusan psikologi hanya sebagai psikolog. Padahal lulusan program sarjana pun memiliki prospek kerja yang sangat luas. Salah satu keuntungan mengambil program psikologi adalah mampu memahami perilaku manusia. Artinya, dimanapun ada manusia, disana ilmu psikologi pasti berguna.

Sebagai sarjana psikologi, kamu bisa berkarir di bidang human resources, rekrutmen, menjadi guru TK, menjadi shadow teacher yang membantu anak berkebutuhan khusus, terapis perilaku, penulis, jurnalis, content creatortrainer di berbagai perusahaan, bekerja di lembaga masyarakat hingga menjadi market researcher

Apa yang Sebenarnya Dipelajari di Jurusan Psikologi?